Bakesbangpol Mengajak Seniman dan Budayawan Banyuwangi Menumbuhkan Jati Diri Bangsa NKRI

Bakesbangpol Banyuwangi mengadakan kegiatan sarasehan dengan para tokoh, pelaku seni dan budaya di Banyuwangi dengan tema “Peran Budaya Daerah menumbuhkan jati diri bangsa NKRI” di Waroeng Kemarang, ( 29/10/19).
Dalam sambutannya Plt. Ka Bakesbangpol Kab Banyuwangi Bapak Drs. Dwi Yanto mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tokoh dan pelaku seni budaya di Banyuwangi. “Ada 5 konsep pendidikan karakter yang harus ditanamkan, istilah tersubut dikenal dengan NKRI-G (Nasionalisme, Kerukunan, relegius, integritas dan gotongroyong). 5 konsep pendidikan karakter, budaya sangat berperan dalam membangun 5 konsep tersebut,” Ungkap Dwi.
Dwi juga ingin ada trobosan dengan bertemu dengan para tokoh seniman budayawan melalui pertemuan lebih lanjut. Keinginan Plt Ka.Kesbangpol ini, Kedepan akan lahir seniman budayawan muda mulai ada dalang muda, pelawak muda, sinden muda dan sebagainya diberikan ruang untuk tampil.
Sebagai moderator Bapak Kuncoro Prasetyaning Widi, S.Pd (Guru SMAN 1 Banyuwangi) dan pembicara tunggal, Hasan Basri (DKB, LMAO, Guru dan FPK) sebagai pengantar mengajak para peserta memahami makna peran budaya daerah, siapakah jati diri kita dan berbagai persoalannya.
“Jati diri-identitas : saya menginginkan orang lain memahami dan mengakui diriku sebagai orang Banyuwangi” dan dalam menumbuhkan jatidiri bisa melalui sosialisasi dan enkulturasi”
“Mari kita berjuang untuk menemukan kembali jati diri bangsa. Alasan dasar dari seruan ini adalah penemuan kembali terhadap jati diri bangsa akan mengajak setiap warga negara Indonesia memiliki patokan, arah, pedoman dan tujuan dalam laku kata dan laku tindak. Budaya Indonesia dapat menjadi pemersatu apabila kita memiliki rasa bangga terhadap budaya yang kita miliki,” kata Hasan.
Budaya daerah dan dentitas bangsa Indonesia harus terus dijaga karena konteks global belum tentu sesuai dengan budaya dan tradisi kita. Dari sisi dalam bangsa Indonesia sendiri juga harus dibangun persepsi bahwa budaya lokal pun bisa mengglobal. Dengan terus masuknya kebudayaan barat karena adanya globalisasi, Hasan Basri berharap bangsa Indonesia bisa tetap menjadi manusia utuh yang memiliki jati diri sendiri.
Ki Goib Siswoyo salah satu Dalang di Banyuwangi juga ikut memberi warna dalam dialog bahwa peran budaya daerah dalam menumbuhkan jatidiri bangsa bisa melalui kesenian salah satunya Wayang. Wayang tidak hanya dilihat sebagai seni pertunjukan tetapi menanamkan nilai-nilai, etika, spiritual dan estetika dalam budaya daerah tetap dijaga. Pernyataan Ki Ghoib berharap agar event daerah lebih banyak pakai dalang lokal.

Pak Dalang dan pelaku Seni budaya juga ikut memberi warna mulai dari suluk dan dilanjutkan nembang gending-gending Jawa dengan tampil memukau dan sekaligus membawa misi merawat dan menjaga warisan budaya. Terakhir dihibur dengan dagelan “Penthul” yang bikin peserta terhibur.





