AKTUALISASI KESADARAN BELA NEGARA DIKALANGAN GENERASI MUDA DI ERA GLOBAL

Sambutan Camat Glagah Bpk. ASTORIK S.Sos. Mengucapkan apresiasi karena ini amanah UUD 1945. Karena kondisi sekarag mulai menurunnya kesadaran Kebangsaan. pihak kecamatan siap bekerjasama dengan pihak manapun yang membawa misi kebangsaan, persatuan berlandaskan pada pancasila. Beliau menegaskan kembali bahwa Pemuda sebagai pengawal perubahan, menjaga persatuan dan kesatuan
Acara di buka oleh Bapak Ir. NYOMAN WIDIRATYASA M.Si selaku Sekretaris Bakesbangpol. Beliau menegaskan bahwa bela negara sekarang ini satu satunya upaya atau tekat sikap dan perilaku untuk membela bangsa dan negaranya dengan semangat cinta tanah air berdasarkan pancasila dan UUD 1945
Peserta dari unsur Karang taruna, tokoh masyarakat dan perwakilan perangkat desa.
Tujuan dari Kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa kebangsaaan, rela berkorban, cinta tanah air bagi para pemuda saat ini dikarenakan kesadaran berbangsa dan bernegara semakin memudar. Bisa dilihat banyak pemuda yang terlibat dalam kasus narkoba, seks, minum minuman keras, konflik dan sebagainya. Kegiatan ini juga bertujuan untuk Mengurangi konflik SARA dimasyarakat atau pemuda
DALAM KEGIATAN INTI. Pembicara dalam kegiatan ini Kapten Pasiter Kodim Mustohir. Dan moderator Bapak Miskawi,M.Pd (Ketua FPK- Forum Pembauran Kebangsaan Kab Banyuwangi)
Kegiatan ke 2 adalah PBB (pelatihan Baris berbaris) yang didampingi oleh 3 istruktur dari Kodim Banyuwangi yaitu
- Pelda M Imam
- Serma Nanang Tri P
- Serma Suyitno Dwi
Miskawi membuka dengan ice brekingp agar peserta lebih semangat dan yel yel kebangsaan.
Selanjutnya Bapak mustohir selaku prmbicara menjelaskan bahwa Bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer atau militerisme, seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada tentara nasional indonesia. berdasarkan UUD 1945, bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga Negara republik indonesia. Beliau menegaskan bahwa Bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman baik dari luar maupun dalam negara.Pendidikan bela negara, dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun informal. diharapkan dari pendidikan bela negara:
- pelajar dan generasi mudah lebih mencintai tanah airnya dapat dibentuk didalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
- menyadari arti penting berbangsa dan bernegara, dan mempunyai semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara Indonesia.
- Selain itu diharapkan generasi muda akan menjauhi segala bentuk kegiatan yang negatif dan merusak.
Menurut Muhammad Rusdi Kabid bidang ideologi, pembauran dan wasbang menjelaskan perwujudan bela negara yang dapat dilakukan pelajar dan generasi muda, di antaranya menjauhi penyalahgunaan narkoba, tidak melakukan tindakan kriminal, konflik Sara, belajar dengan giat sesuai kemampuannya, ikut mengharumkan nama Bangsa Indonesia di segala bidang (bidang sains dan matematika, teknologi, pertanian, budaya), dan termasuk kegiatan-kegiatan yg dilaksanakan karangtaruna.
Kegiatan selanjutnya PBB dipandu oleh istruktur berjalan dengan baik. Dibawa terik matahari, peserta aktualisasi dan PBB berjalan dengan baik dan terpentuk kedusipinan. Salah satu peserta PBB Novi Puspitasari menyampaikan bahwa PBB untuk kepemudaan sangat bagusnya untuk melatih kedisiplinan, pembentukan karakter, dan kepemimpinan, Begitu tegasnya.





