TIM PPWK (Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan)
Gesah Kebangsaan \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\"Pembudayaan Pancasila dan Nasionalisme pada Generasi Milenial\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\" oleh TIM PPWK

Jumat, 14 Desember 2018 Pukul 18.00 WIB. Gesah Kebangsaan dengan tema “Pembudayaan Pancasila dan nasionalisme bagi pemuda melenial” di Cafe Tamulang Jalan badung 4. Di hadiri sebanyak 50 orang peserta dari berbagai lintas agama, suku dan pemuda karangtaruna.
Generasi Millenial adalah terminologi generasi yang saat ini banyak diperbincangkan oleh banyak kalangan di dunia diberbagai bidang, apa dan siapa gerangan generasi millenial itu?. Millenials (juga dikenal sebagai Generasi Millenial atau Generasi Y) adalah kelompok demografis (cohort) setelah Generasi X. Peneliti sosial sering mengelompokkan generasi yang lahir diantara tahun 1980 an sampai 2000 an sebagai generasi millennial. Jadi bisa dikatakan generasi millennial adalah generasi muda masa kini yang saat ini berusia dikisaran 15 – 34 tahun. Dibanding generasi sebelum, generasi millennial memang unik, hasil riset yang dirilis oleh Pew Researh Center misalnya secara gamblang menjelaskan keunikan generasi millennial dibanding generasi-generasi sebelumnya. Yang mencolok dari generasi millennial ini dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya pop/musik. Kehidupan generasi millennial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.
Sementara generasi yang berusia 25 – 34 tahun lebih variatif dalam menyukai topik yang mereka perbincangkan, termasuk didalamnya sosial politik, ekonomi, dan keagamaan. Konsumsi internet penduduk kelompok usia 15 – 34 tahun juga jauh lebih tinggi dibanding dengan kelompok penduduk yang usianya lebih tua. Hal ini menunjukkan ketergantungan mereka terhadap koneksi internet sangat tinggi. kondisi pemuda masa kini mengalami degradasi, bahkan bisa dibilang pemuda masa kini berada pada kondisi yang memprihatinkan. Jangankan ikut bergerak dalam revolusi sosial dan politik bangsa, mengamalkan nilai-nilai leluhur bangsa Indonesia pun sepertinya enggan dilakukan oleh pemuda masa kini. Nilai-nilai leluhur bangsa Indonesia seperti rasa hormat kepada yang lebih tua, rasa saling menyayangi antar umatNya, semangat pantang menyerah, semangat perubahan dan nilai-nilai lainnya sepertinya hilang pada diri pemuda masa kini.Pemuda masa kini sepertinya sibuk dengan pengakuan diri dan membuktikan eksistensinya agar diakui sebagai pemuda yang kekinian. Pemuda masa kini menghabiskan waktunya untuk berbagai media yang dinilainya dapat membuktikan eksistensinya di masyarakat. Memang tidak semua, karena masih banyak lagi pemuda-pemuda masa kini lainnya yang menghabiskan waktunya?untuk mengembangkan hobinya yang bermanfaat dan membuktikan eksistensi diri melalui prestasi. Tetapi, pemuda masa kini yang menghasilkan prestasi justru tenggelam diantara pemuda masa kini.Mari sebagai generasi muda, kita salurkan hasrat muda kita untuk aktifitas-aktifitas yang bermanfaat, bagi diri sendiri, orang lain, bahkan bagi bangsa dan Negara. Gali potensi yang ada dalam diri, serta asah minat dan bakat yang ada, agar kita mampu berprestasi dan dihargai oleh masyarakat luas.
Dengan gesah kebangsaaan: membudayakan pancasila dan nasionalisme bagi pemuda melenial sebagai berikut:
- Pemuda kemudian menjadi garda depan atau tombak dari setiap perubahan bangsa. Dengan kebebasan yang nihil, pemuda mampu menjadi agent of change bagi bangsa Indonesia;
- Bangsa ini lahir dan tumbuh besar dari kemajemukan, yaitu agama, etnis, budaya, bahasa, dan lain sebagainya harus kita junjung tinggi;
- Pancasila menghendaki sebuah tujuan untuk menjadikan masyarakat Indonesia berwatak religius, tetapi sekaligus lapang dada, berkomitmen kerakyatan, menjaga persatuan kebangsaan, serta mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karenanya pula, spirit ini harus menjadi alasan pemuda untuk memberi kontribusi nyata kepada Indonesia.





