MODERASI BERAGAMA DI ERA TEKHNOLOGI DIGITAL UNTUK MEMAKNAI PERBEDAAN DALAM KEBERSAMAAN

By Kesbangpol 12 Feb 2020, 14:59:53 WIB Kedinasan
MODERASI BERAGAMA DI ERA TEKHNOLOGI DIGITAL UNTUK MEMAKNAI PERBEDAAN DALAM KEBERSAMAAN

Selasa, 11 Februari 2020 bertempat di Ruang Pertemuan Universitas PGRI Banyuwangi, Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi melalui FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) mengadakan Kegiatan Peningkatan Toleransi Dalam Kehidupan Beragama (Fasilitasi Forum Lintas Agama) dengan Tema “Moderasi Beragama Di Era Teknologi Digital Untuk Memaknai Perbedaan Dalam Kebersamaan”.

Acara dibuka oleh Drs. H. Mokhamad Salehuddin (Sekretaris Bakesbangpol), menurutnya media sosial jika tidak disikapi secara bijak akan menimbulkan perpecahan. Melalui media sosial tentunya memiliki misi membawa persatuan dan kesatuan ditengah keberagaman.

Sekretaris Bakesbangpol juga menyampaikan amanah dari Kepala Bakesbangpol bahwa Kabupaten Banyuwangi memasuki tahun politik (pilkada). Oleh karena itu, kita jaga kekondusifan, kerukunan, dsb sehingga pesta demokrasi berjalan dengan tertib dan lancar.

Narasumber dalam kegiatan ini yaitu dari Perwakilan seluruh Ormas Keagamaan diantaranya Drs.Suminto MM. (Hindu), Pendeta Anang Sugeng ST. (Kristen), Drs. H.Sujanto, MM. (Muhammadiyah), Ustad Abdul Ra’uf (LDNU) dan Moderator Yos Sumiarta (Khatolik) mampu mengantarkan peserta dalam alam pikiran pentingnya persatuan.

Drs.Suminto MM (Ketua PHDI Banyuwangi sekaligus pengurus FKUB) memberikan penjelasan.

“Teknologi digital membawa kita memasuki era revolusi 4.0 dengan segala konsekuensinya. Namun perlu ditegaskan bahwa bukan berarti kita meninggalkan era-era sebelumnya, artinya isu-isu klasik dan kontemporer juga ikut mewarnai yang berdampak pada perpecahan dan lainnya,” Kata Suminto.

Drs. H.Sujanto, MM, juga menambahkan walaupun kita memasuki era digital, Pancasila sebagai ideologi memiliki peran untuk mempersatukan keberagaman dan penguatan moral bangsa.

Menurut Pendeta Anang Sugeng ST. ” Kita turut bangga karena dengan tujuan yang sama tanpa melihat perbedaan dengan mengedepankan kebersamaan Kab. Banyuwangi bisa mendapat predikat harmony award. Mari kita jaga konsep Bhinneka Tunggal Ika.

Sebagai refleksi Ustad Abdul Rauf, mengajak peserta menonton film Suriah sebelum dan sesudah peperangan. Abdul Rauf mengajak apa yang terjadi di Suriah tidak terjadi di Indonesia tercinta dan menambahkan termasuk menolak HTI.

Ajaran semua agama menginginkan hidup damai, moderat,menjaga kerukunan dan welas asih. Indonesia tetap menjaga kebersamaan dalam keberagam. (Kesbangpol.bwi)

 

#https://lensabanyuwangi.com/2020/02/11/moderasi-beragama-kebersamaan-dalam-keberagaman/




Write a comment

Ada 65 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment